Memformat dibutuhkan saat memori harddisk sudah terpindahkan
atau hanya untuk tujuan mere-fresh HDD Anda. Hal ini baik untuk dilakukan
karena dapat membuat HDD Anda bekerja dengan lebih baik. Sangat disarankan bagi
Anda yang baru membeli HDD baru, agar virus/Trojan yang masuk ke dalam HDD Anda
dapat terhapus dengan cara memformatnya.
Di sini saya akan memberikan langkah-langkahnya :
1. Buka “Disk Management”
dengan cara klik tombol start dan ketikkan kata diskmgmt.msc ke dalam kotak
pencarian.
2. Setelah muncul jendela “Disk Management” lihat pada halaman, pilihlah drive mana yang ingin Anda format. Tandai dengan cara diklik, setelah itu pada kotak-kotak bagian bawah pilihlah drive yang akan diformat, kemudian klik kanan, dan klik format. Perlu diperhatikan, pilihlah drive yang ingin diformat dengan benar karena jika Anda sudah memformat terlebih dahulu, maka data yang terdapat pada drive tersebut akan terformat atau hilang.
3. Selesai.
8.
Proses memformat selesai ditandai dengan adanya pesan
FINISH serta presentase format yang telah mencapai 100%. Selain itu, pada
status daftar drive ditandai dengan “Healthy”.
2. Setelah muncul jendela “Disk Management” lihat pada halaman, pilihlah drive mana yang ingin Anda format. Tandai dengan cara diklik, setelah itu pada kotak-kotak bagian bawah pilihlah drive yang akan diformat, kemudian klik kanan, dan klik format. Perlu diperhatikan, pilihlah drive yang ingin diformat dengan benar karena jika Anda sudah memformat terlebih dahulu, maka data yang terdapat pada drive tersebut akan terformat atau hilang.
3. Selesai.
Jika Anda
tidak ingin memformat drive C:/ ikuti langkah ini ya :
1.
Setelah mengklik format, maka akan tertampil jendela
kecil. Di sana Anda akan memasukkan nama drive, memilih file system, serta
menentukkan ukuran unit alokasi.
2. Kotak di sebelah Volume Label, Anda dapat memasukkan nama
drive dan pada kesempatan kali ini Kita akan membahas menggunakkan test drive.
3.
Kemudian, pilihlah file system yang ingin dipakai. Di
Windows ini diberi 3 pilihan yaitu NTFS, FAT, dan FAT32. NTFS adalah jenis file
system yang paling sering digunakan.
4. Aturlah alokasi satuan ukuran ke Default. Alokasi terbaik
ditentukkan dari ukuran harddisk. Jangan pilih alokasi khusus jika Anda tidak
tahu apa yang Anda lakukan.
5. Akan ada 2 kotak check yaitu perform a quick format dan
Enable file and folder compression. Sekarang uncheck yang sudah terdapat pada
pilihan perform quick a format. Ini adalah sebuah rekomendasi cara untuk fomat
standard.
6. Jika semua sudah dilakukan klik OK.
7. Setelah itu Windows akan memberitahu kepada Anda bahwa Anda
akan memformat harddisk yang akan tertampilkan sebuah jendela dan hal tersebut
tidak dapat diubah. Maka, lanjutkan dengan cara mengklik OK. Rekomendasi : Jika
kapasitas HDD Anda termasuk besar, maka gunakkan komputer yang sedang tidak
melakukan hal lain.






0 komentar:
Posting Komentar